Saturday, August 24, 2013


Sebelum kita mengenal elektronika, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Listrik, Konduktor, Isolator dan Magnet.
Listrik adalah aliran elektron-elektron dari atom ke atom pada sebuah penghantar.
Lebih jelasnya kita perhatikan bagian yang terkecil dari sebuah benda yaitu atom. Semua atom memiliki partikel yang disebut elektron yang terletak pada orbitnya dan elektron mengelilingi proton, perhatikan gambar berikut : 

Contoh gambar diatas adalah atom yang paling sederhana yaitu atom Hydrogen (Atom Air), atom Hydrogen ini hanya mempunyai satu elektron yang mengelilingi satu proton. Sedangkan atom yang paling rumit adalah atom uranium. Atom ini mempunyai 92 elektron disekeliling inti proton. Semua benda (elemen) memiliki struktur atom tersendiri. Setiap elemen mempunyai jumlah elektron dan proton yang sama. Gambar berikut atom Uranium :

Tembaga mempunyai 29 proton, elektron-elektronnya tersebar pada 4 baris orbit, yang paling luar hanya satu elektron. Ini adalah rahasia dari penghantar listrik yang baik. Setiap benda yang memiliki struktur atom kurang dari 4 orbit yang paling luar atau memiliki sifat daya hantar yang baik. Berikut gambar atom tembaga : 

Bila benda yang memiliki struktur atom lebih dari 4 elektron pada garis orbit yang paling luar di sebut penyekat (bukan penghantar).Benda yang memiliki sedikit elektron pada garis orbit paling luar, elektronnya  lebih mudah berpindah dari orbitnya oleh tegangan yang rendah. Hal ini akan menyebabkan terjadinya aliran elektron dari atom ke atom.

Seperti telah kita pelajari bahwa atom mempunyai proton dan elektron, masingmasing partikel mempunyai gaya potensial (potensial force). Proton bermuatan positif, sedangkan elektron bermuatan negatif. Proton pada inti atom menarik elektron dan menahan elektron pada garis orbit selama muatan positif dari proton sama dengan muatan negatif dari elektron atau mempunyai listrik netral. 

Bilamana terjadi muatan netral elektron yang beredar digaris orbit dapat dengan mudah berpindah jika elektron-elektron ditarik jauh oleh atom lain, atom itu menjadi bermuatan positif dan menjauhnya elektron yang ditarik oleh atom yang lain tadi mengakibatkan atom tersebut bermuatan negatif. Atom yang bermuatan  negatif (-) memiliki jumlah elektron yang berlebihan, sedangkan atom yang bermuatan positif (+) jumlah elektronnya sedikit atau kekurangan elektron.

Gambar di atas memperlihatkan perpindahan elektron berdasarkan percobaan bila sebuah batang karet (rubber rod ) digosok dengan kain wol, elektron-elektron akan berpindah dan berkumpul pada batang karet. Dengan demikian kain wol kondisinya menjadi kekurangan elektron , sedangkan karet memiliki kelebihan elektron menjadi bermuatan negatif.

Selanjutnya sentuhan batang karet kepada bola akan menyebabkan terjadinya perpindahan kelebihan elektron terhadap bola, dalam hal ini bola memiliki muatan yang sama dengan batang karet.

Apabila batang karet kita dekatkan lagi terhadap bola maka bola akan bergerak menjauhi batang karet seperti terlihat pada gambar. Dengan kata lain muatan yang senama akan tolak menolak. Dalam percobaan tersebut keduanya bermuatan negatif, jika keduanya bermuatan positif akan terjadi hal yang serupa.


Apa yang akan terjadi apabila kita dekatkan batang yang bermuatan negatif kepada bola yang bermuatan positif ? Gambar di atas memperlihatkan bahwa bola akan bergerak mendekati batang dan akan ditarik olehnya ( dalam hal yang sama batang yang bermuatan positif akan menarik bola yang bermuatan negatif). Dengan kata lain muatan yang tidak senama akan tarik menarik. 

Demikian sekilas teori terjadinya Listrik, untuk selanjutnya kita pelajari apa itu Konduktor dan Isolator serta hubungannya dengan Magnet.





Wednesday, April 4, 2012

TEKNOLOGI KOMUNIKASI


Teknologi Komunikasi Tradisional  dan Modern
Manusia membutuhkan komunikasi antar sesama, agar dapat berinteraksi dan berkomu-nikasi dengan baik manusia berupaya mencari, mencipta sistem, dan alat komunikasi.
Melalui gambar, isyarat, huruf, kata, kalimat, tulisan, surat, sampai dengan penggunaan telepon dan internet. adalah upaya manusia berinteraksi dan berkomunikasi.
Berdasarkan perkembangan teknologi, kita mengenal teknologi komunikasi tradisional dan teknologi komunikasi modern. Teknologi komunikasi tradisional  bercirikan langsung dan menggunakan simbol-simbol yang disepakati secara lokal.  Teknologi komunikasi modern bercirikan tidak langsung dan memiliki jangkauan  luas bahkan global.
Teknologi komunikasi tradisional sampai sekarang tetap digunakan, sebagai contoh, tempat ibadah masih menggunakan perangkat komunikasi tradisional seperti kentongan, bedug, lon-ceng dan lain-lain. Alasan penggunaan alat tersebut yaitu karena dapat dilakukan oleh siapa saja, harganya murah, dan pembuatannya mudah.
Perangkat teknologi komunikasi tradisional, dapat diidentifikasikan dari:
1. Bentuk, bahan, lama pemakaian (umur).
2. Cara membuatnya, alat untuk membuatnya, dan berapa orang untuk membuatnya.
3. Cara menggunakannya (ditabuh, dipukul, dipukulkan ke yang lain, digoyang-goyang, ditiup,
     kode.
4. Fungsinya, jangkauan suaranya, efektivitas penempatannya, organisasinya.
Permasalahan teknologi tradisional tersebut sangat perlu dicermati dan digali manfaat kearifannya.
Perangkat teknologi modern telah banyak digunakan masyarakat terutama di kota-kota besar seperti: telepon, radio, televisi, internet. Kalian harus mampu mengadaptasi per-kembangan teknologi tersebut.

Sistem Komunikasi
Kita dapat melakukan komunikasi secara langsung atau tidak langsung. Pembicaraan tatap muka adalah contoh komunikasi secara langsung.  Pembicaraan dapat juga dilakukan secara tidak langsung  biasanya karena alasan jarak yang jauh, maka kita memerlukan media atau alat seperti telepon dan dikatakan kita melakukan komunikasi tidak langsung. Komunikasi tidak langsung, melewati beberapa proses yang panjang, sehingga  kita mengenal pengertian sistem komunikasi.  Berdasarkan pemahaman tersebut, sistem komunikasi merupakan suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan, pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seseorang dan atau diantara dua orang atau lebih untuk menyampaikan tujuan tertentu.
Komunikasi berasal dari bahasa latin:  comunicare  yang berarti membawa bersama atau menggunakan bersama. Menurut Simons (1976),  komunikasi selalu  dikaitkan dengan adanya satu pesan atau informasi yang dikirim oleh sumber tertentu melalui media tertentu kepada penerima, atau biasa disebut komunikasi dalam konteks dan situasi tertentu untuk mencapai tujuan. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang memindahkan pemicu untuk mengubah tingkah laku orang lain.
Dari kedua pemahaman tersebut di atas dapat didefinisikan 5 komponen dalam komunikasi yang saling mempengaruhi, yaitu:
a.  komunikasi yaitu menyampaikan pesan,
b.  pesan yaitu informasi yang dikirim kepenerima,
c.   saluran yaitu media atau komunike,
d. komunikan  yaitu pengirim dan penerima,
e. dampak yaitu tujuan, perubahan atau akibat.

Lima komponen di atas, dapat kita sederhanakan lagi menjadi : pengirim pesan, isi pesan, dan penerima. Proses komunikasi pada dasarnya akan berlangsung dimulai dari pengirim gagasan, diterjemahkan menjadi lambang yang mengandung arti, dan dikirim melalui suatu media kepada penerima, setelah itu penerima memberi umpan balik.  Proses tersebut dapat digambarkan seperti yang tampak dalam skema berikut. 







Cara Berkomunikasi
 1)  Mendengarkan
Ketika berkomunikasi lewat media suara, kita harus mendengarkan apa yang dikomunikasikan. Semua orang dapat mendengar tetapi belum tentu semua orang pandai mendengar. Hal terpenting  dalam komunikasi adalah: apa yang didengar dan bukan apa yang dikatakan.

2)  Pernyataan
Komunikasi hakikatnya adalah menyatakan atau membuat pernyataan tentang suatu gagasan secara jelas. Yang dinyatakan adalah apa yang dapat dilihat, diamati, dirasakan dan bukan merupakan suatu penilaian. Yang terpenting adalah pesan harus jelas, singkat dan mudah dipahami.

3)  Keterbukaan
Agar komunikasi lancar, kita harus memberikan keterbukaan yang wajar dan normal. Sangat sulit melakukan komunikasi dengan orang yang menutup diri karena cenderung tidak dapat menerima masukan dari pihak lain yang bertentangan dengan  dirinya. Setiap orang boleh mempunyai sistem nilai, keyakinan, sikap maupun pandangan tetapi bila melakukan komunikasi harus bisa menerima pandangan orang lain.

4)  Kepekaan
Dalam berkomunikasi kita harus memiliki kepekaan dan tidak asal mengungkapkan apa yang ada di dalam hati, tanpa melihat kondisi orang lain. Kepekaan adalah kemahiran membaca bahasa tubuh yang tidak diucapkan dengan kata-kata sehingga situasi yang dihadapi dapat disesuaikan.

5)  Umpan balik
Komunikasi baru terjadi apabila ada timbal balik yaitu respon terhadap pesan yang dikirim. Respon yang terjadi akan menunjang keberhasilan komunikasi, dapat menghapus salah tafsir, serta ketidakjelasan informasi. Akan tetapi dalam hal ini juga dimungkinkan terdapat ketertutupan seseorang,  keang-kuhan atau lainnya.

Hambatan atau Kendala dalam Komunikasi
1)  Kepentingan
Setiap orang tentu memikirkan kepentingannya.  Jika tidak tertarik, ia akan merasa malas atau bosan sehingga hanya akan terjadi komunikasi satu arah. Oleh karena itu, komunikasikanlah sesuatu  untuk kepentingan semua komunikan.  Jangan mengomunikasikan hal-hal yang tidak perlu agar  komunikasi menjadi efektif dan tidak sia-sia dan janganlah mengomunikasikan sesuatu hanya untuk kepentingan salah satu komunikan.

2)  Emosi
Dalam berkomunikasi kita harus mampu mengatur emosi. Jika emosi tidak dapat terkendali, komunikasi dapat meleset jauh tanpa disengaja. Janganlah mengomunikasikan hal-hal yang yang dapat menyulut emosi.

3)  Permusuhan
Sikap permusuhan biasanya sulit ditekan. Semua pihak biasanya mengatur siasat untuk membela diri dan mencari kesempatan untuk menyerang kembali, bahkan ada yang membutakan diri terhadap kabaikan.

4)  Kharisma
Kharisma adalah karunia yang dimiliki seseorang sehingga dia menyampaikan informasi dengan menarik, walaupun yang menerima tidak mengerti.

5)  Pengalaman masa lampau
Hal ini dipengaruhi oleh suatu prasangka karena kejadian masa lampau- misalnya dulu dia pernah berbohong- dia mengatakan yang sebenarnya tetapi orang sulit untuk menerimanya.

6)  Lingkungan
Lingkungan sangat kuat pengaruhnya, misalnya ruangan yang sangat panas dan pengap akan merintangi daya persepsi, mengurangi kesabaran orang, dan lain-lain.

Tuesday, December 28, 2010

The 2nd RSBI SCIENCE CAMP 2011


» Latar Belakang
Mengacu pada visi pendidikan nasional kita, maka karakteristik visi SBI adalah “terwujudnya insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif secara internasional” Visi tersebut memiliki implikasi bahwa penyiapan manusia yang mampu berdaya saing secara global memerlukan upaya upaya yang dilakukan secara intensif, terarah, terencana, dan sistematik agar dapat mewujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang maju, sejahtera, damai, dihormati, dan diperhitungkan oleh bangsa – bangsa lain. Dan jika dilihat pada Undang-Undang Dasar 1945 (yang diamandemen), pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diamanatkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama. Pasal 50 Ayat 3 dinyatakan bahwa Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.
Sekolah Menengah Pertama di Indonesia yang dikembangkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) mengacu program nasional untuk mensukseskan wajib belajar pendidikan 9 (sembilan) tahun. Dalam pelaksanaannya untuk mengaktualisasikan kedua filosofi tersebut, menggunakan empat pilar pendidikan yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, and learning to be yang merupakan patokan berharga untuk menyelaraskan praktik-praktik penyelenggaraan pendidikan yang bermutu di Indonesia; mulai dari kurikulum, guru, proses belajar mengajar, sarana dan prasarana, hingga sampai proses penilaian. Misalnya, pembelajaran tidaklah sekedar memperkenalkan nilai-nilai (learning to know), tetapi juga harus bisa membangkitkan penghayatan dan mendorong menerapkan nilai-nilai tersebut (learning to do) yang dilakukan secara kolaboratif (learning to live together) dan menjadikan peserta didik percaya diri dan menghargai dirinya (learning to be).
Seiring dengan bergulirnya waktu dan berbagai upaya seluruh stakeholder maka telah diverifikasi Sekolah Menengah Pertama di Indonesia sebagai penyelenggara RSBI mulai tahun 2007 sebanyak 102 sekolah, tahun 2008 sebanyak 102 sekolah dan tahun 2009 sebanyak 93 sekolah yang juga diimbangi dengan pemerataan pendidikan untuk seluruh lapisan masyarakat. Sekolah Bertaraf Internasional dilatarbelakangi antara lain dengan alasan, Pertama, era globalisasi menuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam teknologi manajemen dan sumber daya manusia. Keunggulan teknologi akan menurunkan biaya produksi, meningkatkan kandungan nilai tambah, memperluas keragaman produk, dan meningkatkan mutu produk. Kedua, didasari oleh filosofi eksistensialisme dan esensialisme (fungsionalisme). Filosofi eksistensialisme berkeyakinan bahwa pendidikan harus menyuburkan dan mengembangkan eksistensi peserta didik seoptimal mungkin melalui fasilitasi yang dilaksanakan melalui proses pendidikan yang bermartabat, pro-perubahan (kreatif, inovatif, dan eksperimentatif), menumbuhkan dan mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik.
Berbagai upaya yang dilakukan untuk keberhasilan Program RSBI, misalnya dimulai dari kegiatan yang banyak melibatkan Kepala Sekolah RSBI sebagai Top Leader dalam pengelolaan RSBI di lapangan dan pemegang kebijakan program pemerintah yang diimplementasikan di unit kerjanya, aktif dan responsif untuk maju dan mengembangkan diri agar memiliki visi internasional dan kemampuan manajerial yang baik.
Sedangkan di forum guru juga banyak menyelenggarakan kegiatan – kegiatan bermutu untuk menempa diri dengan mengadakan even yang mengundang praktisi pendidikan dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama – Depdiknas - Jakarta , dan mengikuti berbagai pelatihan & workshop pembelajaran MIPA bilingual, ikut pengiriman tenaga guru untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya, pengiriman tenaga guru untuk mengikuti program – program bagi tenaga guru di dalam dan luar negeri, berperan aktif dalam berbagai forum komunikasi RSBI mulai dari tingkat Klaster sampai Tingkat Nasional serta berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan dan mengembangkan profesi.
Era globalisasi terus bergulir, memacu kita untuk senantiasa berpikir aktif dan kreatif sehingga anak didik kita akan menjadi generasi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Anak didik dari SMP RSBI diharapkan semakin meningkatkan prestasi akademik dan non akademik di tingkat nasional bahkan internasional. Kegiatan bagi siswa RSBI bisa diwujudkan dengan mengikutsertakan mereka dalam olimpiade – olimpiade di level yang lebih tinggi.
Untuk itu dalam rangka mewujudkan Kegiatan positif yang bisa memotivasi Kepala Sekolah, guru, siswa dan pemerintah adalah merupakan komitmen kami. Sebagai wujud komitmen itu, kami akan menggelar
“The 2nd RSBI SCIENCE CAMP 2011” . Yakni, sebuah acara yang menggabungkan olimpiade siswa RSBI, seminar guru dan Rapat Kerja Kepala Sekolah pada Sekolah Bertaraf Internasional dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, pameran produk yang dipadu dengan kegiatan tematik lainnya. Semua kegiatan edukatif ini melanjutkan agenda tahunan yang pernah dirintis di Jakarta 2009.

» Tujuan
 A. Tujuan Umum
  1. Peningkatan mutu pendidikan secara kontinu dengan pengambilan langkah langkah sistematis.
  2. Menumbuhkan semangat berkompetisi yang sehat di kalangan pelajar.
  3. Memberikan motivasi bagi tenaga pendidik untuk senantiasa mengembangkan diri.
  4. Bahan pengambil kebijakan di bidang pendidikan dengan memfasilitasi program – program yang tepat untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia
  5. Mengukur tingkat ketercapaian program RSBI.
 B. Tujuan Khusus 
     a. Bagi Sekolah
  1. Meningkatkan prestasi anak didik. meningkatkan mutu tenaga pendidik dan kependidikan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah RSBI
     b. Bagi Kepala Sekolah
  1. Memberikan persepsi yang sama tentang penyelengaraan sekolah bertaraf Internasional
  2. Berbagi pengalaman tentang konsep – konsep yang inovatif yang bisa dikembangkan
  3. Mengembangkan RSBI sesuai dengan 8 Standar Nasional P endidikan dengan ditambah dimensi keinternasionalan
  4. Meningkatkan komitmen yang kuat untuk mengelola sekolah dengan prioritas keberhasilan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional
     c. Bagi Guru
  1. Menumbuhkan motivasi untuk mengembangkan diri
  2. Peningkatan mutu SDM yang profesional
  3. Menambah wawasan bagi guru RSBI untuk meningkatkan diri
  4. Wahana sharing dan menimba ilmu untuk mengembangkan sekolah
     d. Bagi siswa :
  1. Memberikan motivasi untuk berkompetisi sehat
  2. Menumbuhkan semangat dalam kebersamaan
  3. Unjuk prestasi dan ajang untuk menempa diri
Tempat Penyelenggaraan
Alamat : 
Jl. Mulyorejo Kampus C UNAIR
Pameran : Auditorium Kampus C UNAIR, Surabaya, Jawa Timur
Lomba : Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jl. Mulyorejo Kampus C UNAIR, Surabaya 60115 Telp/Fax: 031-5936502,
Denah : 

Sunday, May 23, 2010

Prinsip Kerja Komputer

Prinsip Kerja Komputer
Prinsip kerja komputer adalah masukan (input), Proses (Process), dan Keluaran (Output).
Data masukan dari perangkat input berupa audio, video, atau yang lain, berupa angka maupun deretan karakter, dikirim ke komputer kemudian diolah atau diproses oleh perangkat pengolah/pemroses data, hasil pemrosesan selanjutnya dikirim pada perangkat keluaran menjadi informasi yang di inginkan atau yang diharapkan oleh pengguna komputer.
 Gambar berikut ini merupakan ilustrasi urutan proses kerja komputer:


Gambar berikut merupakan perangkat komputer :


Dasar-Dasar Teknologi Informasi

Pengertian Teknologi Informasi

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan teknologi informasi?
Apakah teknologi informasi itu identik dengan komputer? Apakah benar telepon seluler juga merupakan bagian teknologi informasi? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering dilontarkan, kita dengar, dan untuk menemukan jawabannya kita perlu memahami pengertian teknologi informasi itu sendiri.

Teknologi informasi (Information technology) biasa disebut TI atau IT. Berbagai definisi tentang informasi seperti tabel definisi teknologi berikut ini memberi gambaran lebih lanjut tentang teknologi informasi.

Dari definisi tersebut terlihat bahwa teknologi informasi tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain, yang disebut teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi.

Penjelasan atas dua teknologi yang mendasari teknologi informasi adalah sebagai berikut :
Teknologi Komputer
Teknologi yang berhubungan dengan komputer, termasuk peralatan-peralatan yang berhubungan dengan komputer seperti printer, hardisk, flopy drive, CD-ROM, LCD Projector dan sebagainya.
Komputer adalah mesin serba guna (perangkat elektronik) yang dapat dikontrol olehprogram, digunakan untuk mengolah data menjadi informasi.
Program adalah deretan instruksi yang digunakan untuk mengendalikan komputer sehingga komputer dapat melakukan tindakan sesuai yang dikehendaki pembuatnya.
Data adalah bahan mentah bagi komputer yang dapat berupa angka, gambar maupun suara.
Informasi adalah bentuk data yang telah diolah sehingga dapat menjadi bahan yang berguna untuk pengambilan keputusan.



Teknologi Komunikasi

Teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Yang termasuk dalam kategori teknologi informasi adalah telepon, radio, televisi, dan Internet

Peralatan-peralatan pada Sistem TIK adalah seperangkat alat yang membantu bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan proses informasi. Misalnya alat-alat seperti komputer (PC / Notebook), Intranet, internet, Radio, Telepon, Televisi, Printer, LCD Projector, dan lain-lain. 
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar terhadap tatanan dan cara hidup manusia. Setiap jenis pekerjaan dituntut untuk dapat dikerjakan dengan cara yang cepat dan tepat dan solusi terbaik adalah penggunaan Teknologi Informasi. 


Komputer sebagai salah satu perangkat pendidikan. Perkembangan teknologikomputer berimplikasi terhadap penyiapan tenaga kerja yang siap untuk menggunakan  teknologi ini. Pendidikan, utamanya pada SMP (Pendidikan Dasar 3 tahun terakhir) bertujuan untuk menghasilkan peserta didik/siswa terlatih di bidang pengetahuan komputer, mengembangkan bakat dan minat keterampilan komputer, dan dapat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi ataumemanfaatkan teknologi ini untuk bersaing di dunia kerja.

Saturday, May 22, 2010

Deskripsi Materi Pembelajaran






Deskripsi Materi
Melalui pembelajaran materi Pengenalan Sistem dan Manfaat TIK, para peserta  didik diberikan pengenalan dan pemahaman karakteristik serta pemanfaatan berbagai perangkat sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sehingga para pembelajar dapat memiliki pengetahuan mengenai komputer, cara kerja perangkat komputer, dan manfaat penggunaan komputer
Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi pengenalan sistem TIK diharapkan para Pembelajar mampu:
1.    Mengenali karakteristik dari berbagai perangkat yang dibutuhkan di dalam sistem TIK
2.     Memahami cara kerja dari masing-masing perangkat sistem TIK
3.     Mengenali elemen sistem TIK
4.    Memahami manfaat penggunaan TIK di berbagai aspek kehidupan
Prasyarat Tidak diperlukan materi prasyarat untuk mempelajari materi ini
Waktu Pembelajaran Waktu efektif yang diperlukan untuk mempelajari materi ini, 4-6 jam
Materi Materi Pengenalan Sistem TIK disajikan dalam 6 (enam) materi yaitu :
1.     Dasar-dasar TIK
2.     Jenis Perangkat TIK
3.     Cara Kerja Komputer
4.     Bagian Komputer
5.     Elemen Sistem TIK
6.     Pemanfaatan TIK
Sumber Pustaka
·         Materi Pembelajaran TIK SMP Kelas; VII, VIII, dan IX
·         Materi Workshop TIK TIM Pengembang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, 2004
·         Materi Diklat  Peningkatan Kompetensi Guru dalam bidang ICT, 2007 
·         http://ilmukomputer.com 
·         http://ilmukomputer.org 
 



    Pembelajaran Teknologi Informasi


    E-LEARNING

    Selamat Datang di
    Homepage e-Learning Teknologi Informasi dan Komunikasi            

    Snesa_LA (SMP Negeri 1 Lamongan)


    Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMP Negeri 1 Lamongan sebagai lembaga pendidikan dasar 9 tahun pada jenjang 3 tahun terakhir berperan menumbuh kembangkan pendidikan dan pelatihan di bidang TIK dalam meningkatkan penguasaan TIK bagi peserta didik , pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan SMP Negeri 1 Lamongan, sesuai dengan Tugas dan Fungsi yang diembannya.
    Berkembangnya Teknologi Informasi dan Komunikasi di dunia pendidikan dan pelatihan serta telah membudayanya sistem pembelajaran melalui internet, sebagai pendidik dan pembimbing TIK terdorong untuk mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan ke arah sistem e-Learning. Dengan demikian diharapkan blog Warta KBM ini mampu meningkatkan keterampilan dalam penguasaan TIK bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan SMP Negeri 1 Lamongan, maupun masyarakat yang membutuhkah Keterampilan Teknik Informasi dan Komunikasi / TIK.
    Materi-materi yang kami sajikan melalui sistem pendidikan e-learning Warta KBM adalah materi-materi TIK yang dikembangkan dari tim pengembang Kurikulum TIK dan berbagai diklat teknis TIK yang selama ini kami terima.
    Mudah-mudahan media pembelajaran online ini dapat bermanfaat bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di SMP Negeri 1 Lamongan, maupun masyarakat yang membutuhkan. Diharapkan dengan tersedianya proses pembelajaran mandiri ini dapat meningkatkan kemampuan dan wawasan peserta didik sebagai anak Bangsa yang akan melanjutkan pembangunan.
    Terima kasih dan selamat Belajar
    Pendidikan dan Pelatihan Komputer Snesa_LA